SMKN Parungponteng terus memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui program Pendidikan Bela Negara yang digelar selama tiga hari, pada 21 hingga 23 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 201 siswa kelas X dan didampingi oleh kakak tingkat sebagai mentor, dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan sejak dini.
Program ini terselenggara melalui sinergi antara pihak sekolah dengan unsur TNI dan Polri. Danramil Kecamatan Cibalong berperan sebagai pelatih dan pendamping utama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, sementara Polsek Parungponteng turut hadir memberikan materi sebagai narasumber terkait wawasan kebangsaan, keamanan, serta pencegahan terhadap ancaman sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan radikalisme di kalangan remaja.
Kepala SMKN Parungponteng, Yusnawan Lubis, M.Pd., menegaskan bahwa Pendidikan Bela Negara merupakan bagian strategis dalam membangun profil lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berintegritas.
“Peserta didik kelas X merupakan fondasi masa depan sekolah. Oleh karena itu, pembentukan karakter harus dimulai sejak awal. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap tanah air sebagai bekal mereka menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Yusnawan.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di lapangan sekolah sebagai lokasi utama pembinaan fisik dan kedisiplinan. Di tempat tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan intensif baris-berbaris (PBB), tata upacara, serta berbagai materi yang menekankan pada ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan kerja sama tim. Para peserta juga dilatih untuk memiliki ketahanan mental melalui simulasi kegiatan yang menuntut fokus, ketegasan, dan kekompakan.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan jelajah alam yang dilaksanakan di kawasan sekitar Jalan Cilintung, Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melatih fisik, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap lingkungan serta memperkuat solidaritas antar peserta.
Dalam pelaksanaannya, peran kakak tingkat sebagai pendamping menjadi salah satu elemen penting. Mereka tidak hanya membantu dalam teknis kegiatan, tetapi juga menjadi teladan bagi adik kelas dalam hal sikap, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan. Interaksi ini dinilai efektif dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
Pendidikan Bela Negara memberikan berbagai manfaat bagi peserta didik. Dari sisi individu, siswa dilatih untuk memiliki disiplin tinggi, mental yang tangguh, serta rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan. Kegiatan fisik yang terstruktur juga turut meningkatkan kesehatan jasmani dan ketahanan tubuh, yang menjadi modal penting dalam menjalani aktivitas belajar maupun praktik kerja lapangan.
Di lingkungan sekolah, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan suasana yang lebih tertib, aman, dan kondusif. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong semakin kuat, sehingga mampu meminimalisasi potensi konflik seperti perundungan maupun kenakalan remaja. Semangat persatuan lintas jurusan pun semakin terasa, memperkuat identitas kolektif sebagai bagian dari SMKN Parungponteng.
Nilai-nilai Bela Negara juga menjadi bekal strategis bagi masa depan karier siswa. Dunia usaha dan dunia industri (DUDI) saat ini tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga karakter seperti disiplin, kejujuran, dan kemampuan bekerja dalam tim. Dengan bekal tersebut, lulusan SMKN Parungponteng diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.
Selain itu, pemahaman tentang Bela Negara juga mencakup kesadaran sebagai warga negara di era digital. Siswa dibekali kemampuan untuk bersikap bijak dalam bermedia sosial, serta memiliki ketahanan terhadap informasi yang bersifat hoaks atau provokatif. Hal ini menjadi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi.
Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ini juga mencerminkan antusiasme yang tinggi. Salah satu peserta laki-laki, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya cukup melelahkan, terutama saat latihan baris-berbaris. Tapi setelah dijalani, justru terasa manfaatnya. Saya jadi lebih disiplin dan lebih berani. Kegiatan jelajah alam juga sangat menarik karena melatih kerja sama dengan teman-teman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan peserta perempuan, yang menilai kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang makna Bela Negara di era modern.
“Kami jadi lebih paham bahwa Bela Negara bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga bagaimana bersikap dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial. Ini sangat relevan dengan kehidupan kami sebagai pelajar,” katanya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMKN Parungponteng berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang kejuruan, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang bermental ISTIMEWA.
Pendidikan Bela Negara menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk siswa yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan. SMKN Parungponteng menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang bermental tangguh dan berjiwa Indonesia.
Dokumentasi Kegiatan:
Day 1