Slide 1
Slide 2
Desiminasi Road Map SMKN Parungponteng 5 Tahun ke Depan
Slide 3
Kegiatan IHT Pancawaluya
Slide 4
MoU Sekolah Pintar Indonesia (SPI)
Slide 5
Ekstrakurikuler
zmedia

Upacara Hardiknas di SMKN Parungponteng: Kepala Sekolah Tekankan Pendidikan sebagai Senjata

 

Upacar Hardiknas 2026 dengan mengenakan seragam pansi


Parungponteng, Tasikmalaya, Jawa Barat — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMKN Parungponteng berlangsung khidmat meskipun bertepatan dengan hari libur. Antusiasme siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang tetap hadir menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut.

Kepala sekolah, Yusnawan Lubis, M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga sekolah atas komitmen mereka dalam mengikuti upacara.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga sekolah, khususnya para siswa yang tetap hadir di hari libur. Ini menunjukkan bahwa semangat pendidikan masih sangat kuat,” ujarnya dalam amanat upacara.

Dalam pidatonya, Yusnawan menekankan kembali pentingnya filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara melalui Trilogi Pendidikan.

“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani bukan sekadar semboyan, tetapi pedoman bagi pendidik untuk menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan kepada peserta didik,” jelasnya.

Yusnawan Lubis, M.Pd. memberikan amanat di upacara Hardiknas 2026

Ia juga menyoroti peran strategis pendidikan dalam menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan bukan hanya sarana belajar, tetapi juga alat perjuangan yang sangat kuat.

“Jika ingin menguasai dunia, maka tonggaknya adalah pendidikan. Ini adalah senjata paling tangguh untuk melawan kebodohan dan kemiskinan,” tegasnya.

Lebih jauh, Yusnawan mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekuatan peradaban yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun sejarah mencatat bahwa Indonesia mulai mengenal tulisan sekitar abad ke-4 Masehi, identitas bangsa tetap terjaga kuat hingga kini.

Ia mencontohkan bagaimana Indonesia tetap mempertahankan jati dirinya meskipun mengalami penjajahan oleh berbagai bangsa selama puluhan tahun.

“Kita tidak kehilangan identitas. Kita justru memiliki keragaman bahasa dan budaya yang luar biasa, bukan mengikuti budaya penjajah,” ungkapnya.

Menurutnya, kekuatan peradaban tersebut seharusnya menjadi fondasi untuk membangun sistem pendidikan yang lebih kokoh dan berkualitas di masa depan.

Upacara Hardiknas di SMKN Parungponteng ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai kunci kemajuan bangsa.