![]() |
| Defan - KS. Yusnawan Lubis, M.Pd. - Rama - Rina |
Kabar membanggakan datang dari SMKN Parungponteng. Sekolah ini kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan siap kerja hingga ke tingkat internasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja LPK Mulia Mandiri Abadi (MMA).
Kerja sama tersebut berfokus pada pemberangkatan siswa ke Jepang melalui dua jalur utama, yaitu program sekolah ke Jepang (Ryuugakusei) dan program pemagangan (Ginou Jisshusei). Program ini membuka peluang besar bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus pembelajaran budaya di negeri sakura.
Dari total 28 siswa SMKN Parungponteng yang mendaftar, proses seleksi dilakukan secara bertahap dan cukup ketat. Pada tahap pertama, sebanyak 21 siswa dinyatakan lolos. Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 16 siswa di tahap kedua. Hingga akhirnya, pada tahap ketiga berupa psikotes, terpilih tiga siswa terbaik, yakni Defan dan Rama dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Rina dari jurusan Tata Busana.
Ketiga siswa tersebut akan bekerja di sektor industri makanan kemasan di Jepang dengan kontrak kerja selama lima tahun—sebuah kesempatan emas yang jarang didapatkan oleh lulusan sekolah menengah kejuruan.
Sebelum diberangkatkan, mereka akan menjalani masa pelatihan intensif selama tujuh bulan. Pelatihan ini dilakukan dalam sistem karantina yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga penguatan soft skill dan hard skill, termasuk pemahaman budaya kerja dan kehidupan di Jepang.
Menariknya, seluruh biaya pelatihan yang semula sebesar Rp12 juta kini sepenuhnya gratis berkat program beasiswa. Hal ini tentu menjadi dorongan besar bagi siswa untuk terus berprestasi tanpa terbebani biaya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMKN Parungponteng mampu bersaing di kancah internasional. Diharapkan, langkah ketiga siswa ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan berani meraih peluang hingga ke luar negeri.
